Lintas Mengabarkan
Iklan Paunk

Ibu Dan Anak Dibegal di Jalan Cemara

MEDAN – Muliani (69) dan anaknya Dewi Indrayani (41) menjadi korban begal dikawasan Jalan Cemara dekat Sekolah Alfatah Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur pada Senin (30/10) sekira pukul 03.30 Wib.

Akibat aksi begal tersebut, korban yang merupakan pedagang ikan ini mengalami sejumlah luka di tubuh dan wajah hingga harus dirawat intensif di rumah sakit. Sementara Honda Beat warna hitam tahun 2019 dengan BK 3421 AJD dibawa kabur pelaku.

Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan membenarkan peristiwa tersebut.

Kompol Rona Tambunan mengatakan, pembegalan terjadi pada Senin (30/10/2023) sekira pukul 04.00 WIB di Jalan Cemara. Saat itu, kedua korban hendak berbelanja ke pasar untuk kebutuhan sehari-harinya.

Namun, di perjalanan mereka dipepet hingga terjatuh. Setelah terjatuh, para begal membawa kabur sepeda motor Honda Beat korban dan lalu kabur. Ujarnya. Rabu (1/11).

Hingga kemarin, kepolisian masih melakukan penyelidikan. Kedua korban masih dirawat intensif dan belum bisa dimintai keterangan mendalam. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman CCTV dari lokasi kejadian.

“Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan. Kita sudah mencari rekaman CCTV terkait ini,” imbuhnya.

Keluarga Korban Minta APH Segera Menangkap Pelakunya

Sementara keluarga korban atas nama Dewi Indrayani dan ibu kandungnya yang dibegal di Jalan Cemara dekat Sekolah Alfatah Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur, Senin (30/10/2023) sekitar pukul 03.30 WIB yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ikan meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelakunya.

Hal itu disampaikan Roslaini (62) selaku mertua korban atas nama Dewi Indrayani saat mendatangi warkop jurnalis di Jalan Agus Salim, Medan. Rabu (1/11/2023).

Menurut Roslani, menantunya Dewi bersama ibu kandungnya hendak pergi belanja ke pasar, namun di perjalanan tepatnya di Jalan Cemara dekat sekolah Alfatah mereka dibegal dengan cara menendang sepeda motor yang sedang melaju akhirnya terjatuh dan pingsan.

“Saat korban sadar, sepeda motor korban sudah dibawa kabur oleh pelaku berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam tahun 2019 dengan BK 3421 AJD, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum dengan Nomor : STTLP/546/X/2023/SPKT/POLSEK MEDAN TIMUR/POLRESTABES MEDAN,” kata Roslaini.

Mertua korban berharap agar aparat penegak hukum segera menangkap pelakunya. Karena, kejadian serupa juga sudah pernah menimpa tetangganya. Tapi setelah lama berselang, yang dibegal adalah keluarganya sendiri. Roslaini berharap dan menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati saat berkendara di jalan raya.

“Kami juga sangat mengharapkan bantuan dari Pemko Medan dan orang-orang yang tersentuh hatinya untuk memberikan keringanan biaya pengobatan yang menimpa keluarga kami. Saat ini anak kami sangat membutuhkan dana untuk biaya operasi akibat benturan yang lumayan keras di kepala dan wajah, sama halnya dengan ibu korban yang luka di bagian tangan,” harap Roslaini.

Secara khusus Roslaini berharap Walikota Medan Boby Afif Nasution menaruh perhatian terhadap permasalahan yang dihadapi warganya. Semoga ke depan jangan ada lagi jatuh korban akibat dibegal oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.(asen)

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.