Lintas Mengabarkan
Iklan Paunk

FPKS Harap Perda PIKPemod Buat Iklim Investasi Lebih Baik

MEDAN – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) harap Peraturan Daerah (Perda) Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal (PIKPemod) buat iklim investasi lebih baik, sehingga dampaknya dapat dirasakan warga Kota Medan serta dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

FPKS harap Perda PIKPemod buat iklim investasi lebih baik itu disampaikan dalam pendapatnya yang dibacakan, Bukhari, pada sidang paripurna DPRD Kota Medan pengesahan Perda PIKPemod, Senin (3/6/2024).

Sidang paripurna di pimpin Ketua DPRD Kota Medan Hasyim bersama Wakil Ketua Ihwan Ritonga, Rajudin Sagala dan T. Bahrumsyah. Hadir saat itu Wali Kota Medan Bobby Nasution, Wakil Wali Kota Aulia Rachman, Pj Sekda Topan OP Ginting, segenap anggota DPRD Kota Medan serta para pimpinan OPD Pemkot Medan.

Keberadaan Ranperda PIKPemod, kata Bukhari, merupakan wujud kepedulian dan perhatian DPRD dam Pemkot Medan terhadap penegakan aturan sesuai dengan peraturan di atasnya.

Karena itu, sebut Bukhari, FPKS mendukung lahirnya Ranperda PIKPemod, sehingga dapat mendukung pertumbuhan investasi dan mensejahterakan masyarakat.

Sebab, jelas Bukhari, pemberian insentif merupakan dukungan kebijakan fiskal dari Pemerintah Daerah kepada masyarakat dan/atau investor untuk meningkatkan investasi di daerah.

Sedangkan pemberian kemudahan merupakan penyediaan fasilitas nonfiskal dari Pemerintah Daerah kepada masyarakat dan/atau investor untuk mempermudah setiap kegiatan investasi sehingga meningkatkan investasi di daerah.

“Hadirnya Perda PIKPemod ini dapat menjadi payung hukum terhadap para pelaku usaha dan investor, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan mendorong peran serta masyarakat dan sektor swasta dalam pembangunan daerah,” harapnya.

Fraksi PKS, sambung Bukhari, juga berharap Perda PIKPemod ini dapat memenuhi nilai-nilai pada konvensi Stockholm, yaitu bahwa tekanan lingkungan hidup semakin tinggi. Di sisi lain, ekonomi juga harus tetap berjalan dan tumbuh. “Ke depan, penanaman modal juga harus mempertimbangkan efek terhadap lingkungan hidup di sekitarnya dan Kota Medan,” harapnya lagi. (AR)

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.