Lintas Mengabarkan
Iklan Paunk

Covid-19 Kembali Meningkat, Kemenkes Belum Wajibkan Masker

JAKARTA – Kasus Covid-19 kembali meningkat di Indonesia. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus naik jelang libur Natal dan Tahun Baru. Meski begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum mewajibkan pemakaian masker lagi karena kondisinya masih terkendali

Kemenkes mencatat Per 14 Desember 2023, kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.499 kasus. Jumlah itu naik dari hari sebelumnya yang dilaporkan sebanyak 1.219 kasus.

Lonjakan kasus Covid-19 menjadi perhatian Presiden Jokowi. Eks Wali Kota Solo itu telah menugaskan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memantau pergerakan kasusnya. Tujuannya agar bisa terpetakan dengan baik daerah mana saja yang mengalami lonjakan.

“Iya saya sudah memerintahkan kepada Menteri Kesehatan untuk diikuti dan diamati betul secara detail perkembangannya seperti apa,” kata Jokowi di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (15/12/2023).

Meski kasusnya terus meningkat, pemerintah belum memutuskan untuk mewajibkan masyarakat menggunakan masker. Sebab, Menkes menyatakan kondisinya masih aman.

“Belum sampai ke sana. (Tapi) selalu diikuti dan diamati oleh Menteri Kesehatan dan jajaran,” tandasnya.

Menkes Budi Sadikin mengungkapkan, masuknya Covid-19 yang masuk ke Indonesia varian EG.5 dibawa oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Paling banyak dibawa mereka yang melancong ke Singapura. Dia pun menegaskan varian EG bukanlah varian Covid-19 baru, melainkan tetap masih turunan daru virus Omicron.

“Ciri-cirinya itu menyebarnya cepat, tapi fatality rate-nya sangat rendah. Itu sebabnya yang masuk rumah sakit dan sampai meninggal sangat sedikit,” ungkap Budi usai ‘Diskusi Kedaulatan Kesehatan’ di Media Center Indonesia Maju, Jakarta pada Kamis (14/12/2023).

Dia menjelaskan, sekalipun ada catatan kasus yang menyebabkan pasiennya meninggal dunia, bukan karena paparan virusnya. Namun, lebih kepada penyakit lain yang diderita. Budi pun berpesan kepada masyarakat sehabis pulang dari luar negeri sebaiknya langsung dites Covid-19. Terlebih lagi, jika merasa bergejala.

Budi juga meminta kelompok masyarakat berisiko tinggi tertular dan punya komorbid melengkapi vaksinasi primer dan booster sesuai kebutuhan. Upaya ini demi memperkuat sistem imun.

Direktur Surveilans Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes, Ahmad Farchanny mengatakan, provinisi yang banyak melaporkan penambahan kasus Covid-19 adalah DKI Jakarta. Selain itu, ada juga provinsi lain yakni Bali, Bangka Belitung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Papua Barat.

“Jadi kasus aktif artinya kasus yang saat ini masih terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih menjalani isolasi baik mandiri maupun yang dirawat di rumah sakit, pada 14 Desember adalah 1.499 kasus,” katanya kepada wartawan, Jumat (15/12/2023).

Lalu apa kata pakar epidemiologi? Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko mengatakan, upaya pencegahan lebih baik dilakukan sebelum terpapar Covid-19. Meski pemerintah belum mewajibkan masyarakat untuk memakai masker, dia menyarankan, untuk menggunakannya sebagai langkah pencegahan.

“Mencegah itu lebih baik daripada mengobati dan jauh lebih murah,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, semalam.

Ia pun mengatakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mematuhi protokol kesehatan harus menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten oleh masyarakat. Pemerintah juga harus melakukan monitoring rumah sakit untuk mempersiapkan mitigasi lebih lanjut.

Dia pun menambahkan, agar Pemerintah lebih memperhatikan penularan penyakit Covid-19. Mengingat, selain bakal memasuki libur Natal dan Tahun Baru, saat ini Indonesia juga memasuki musim kampanye yang berpotensi mengumpulkan massa dalam jumlah banyak.(*)

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.