Lintas Mengabarkan
Iklan Paunk

Marak Narkoba dan Judi, Aliansi Desak Kapolres Tanah Karo Dicopot

KARO – Aksi damai yang dipimpin oleh aliansi Forum Lintas Agama yang terdiri dari Moderator GBKP dan MUI Kabupaten Karo menyuarakan tuntutan keras terhadap maraknya perjudian, penyalahgunaan narkoba, dan prostitusi di wilayah tersebut. Rabu (26/6).

Aksi yang dihadiri sekitar 400 orang ini diprakarsai oleh Pendeta Mestika N. Ginting dan Pendeta Masada Sinukaban sebagai penanggung jawab. Mereka berkumpul di halaman GBKP Kota Kabanjahe sejak pagi, membawa spanduk serta peralatan sound system sebagai bentuk protes terhadap lemahnya penegakan hukum terkait masalah tersebut.

Pada pukul 08.50 WIB, aksi dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pendeta Masada Sinukaban, diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai simbol persatuan dalam menanggapi masalah sosial ini.

Kemudian, pada pukul 09.30 WIB, massa bergerak menuju kantor Polres Tanah Karo dengan berjalan kaki sambil mengeluarkan orasi yang menuntut tindakan tegas dari pihak kepolisian. Mereka menegaskan bahwa Kapolres Tanah Karo dinilai tidak mampu mengatasi permasalahan yang ada, sehingga tuntutan untuk pencopotan Kapolres menjadi sorotan utama dalam aksi ini.

Orasi-orasi dari berbagai tokoh seperti Kabot Ginting dari Karang Taruna, Pendeta Jon Fresen Ginting, dan Ketua MUI Kabupaten Karo, Drs. H. Fakhri Samadin Tarigan, S.Ag., menyerukan agar pemerintah segera bertindak dalam memberantas penyakit sosial ini. Mereka menuntut agar tidak hanya anggota jaringan judi dan narkoba yang ditangkap, namun juga para bandarnya untuk menghilangkan akar permasalahan ini.

Puncak dari aksi ini terjadi ketika massa tiba di depan kantor Bupati Karo pada pukul 10.50 WIB. Mereka menyampaikan orasi yang menekankan perlunya pertobatan dari para pejabat setempat dalam menanggapi maraknya kejahatan ini. Permintaan untuk tindakan langsung dari Bupati Karo untuk mengambil tindakan keras terhadap camat yang tidak mampu memberantas praktik judi, narkoba, dan prostitusi turut disuarakan.

Sekda Kabupaten Karo, Drs. Kamperas Terkelin Purba, dalam tanggapannya mengapresiasi kepedulian lintas agama terhadap permasalahan yang ada. Dia menegaskan bahwa pemerintah setempat akan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat dalam menyikapi masalah ini.

Aksi unjuk rasa damai ini akhirnya berakhir pada pukul 11.50 WIB dengan aman dan tertib. Massa membubarkan diri dari halaman kantor bupati setelah memastikan pesan mereka tersampaikan dengan jelas kepada pihak berwenang.(*)

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.