Lintas Mengabarkan
Iklan1

Dukung Percepatan BRT Mebidang, Bobby Nasution: Ubah Budaya Dari Kendaraan Pribadi ke Angkutan Umum

MEDAN – Pemko Medan menyambut baik dan mendukung penuh program Bus Rapid Transit (BRT) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan menjadi penghubung tiga wilayah yakni Medan, Binjai dan Deli Serdang (Mebidang). Diharapkan, kehadiran BRT dapat menjadi sarana perubahan budaya masyarakat, terutama di Kota Medan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution usai melakukan penandatanganan Pembaharuan Working Level Agreement (WLA) BRT Medan Binjai Deli Serdang (Mebidang) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Senin (16/10). Nantinya, akan ada 17 rute dengan 515 bus yang akan dihadirkan menggunakan anggaran sebesar Rp. 1,9 triliun.

“Hal apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung terwujudnya BRT Mebidang ini, Pemko Medan berkomitmen akan memenuhi segalanya agar bisa terwujud percepatan pembangunan fisiknya. Sehingga, harapan kita, kebiasaan atau budaya berkendara masyarakat dari kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum,” kata Bobby Nasution.

Penandatanganan tersebut dilakukan sebagai syarat mutlak untuk dapat dimulainya pembangunan infrastruktur dan merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU pembangunan BRT Mebidang sebelumnya. Prosesi penandatanganan dilakukan Bobby Nasution bersama Pj Gubernur Sumut Hasanuddin, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Amirulloh, Wali Kota Binjai Amir Hamzah serta Wakil Bupati Deli Serdang Ali Yusuf Siregar.

Bobby Nasution juga menambahkan, Pemko Medan juga telah memulai pembangunan overpass di Jalan Stasiun Medan. Keberadaan overpass, imbuhnya, selain dapat mengatasi kemacetan di Kota Medan, juga sekaligus mendukung penggunaan transportasi umum.

“Di bagian bawah overpass nantinya akan dibangun jaringan pedestrian dan terintegrasi dengan rencana pembangunan BRT,” terang menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut.

Adapun, pembangunan infrastruktur BRT Mebidang ini dibiayai mitra pembangunan yakni World Bank dan AFD Perancis dengan total biaya Rp1,9 triliun. Di tahun 2024 nanti, proyek tersebut akan memasuki tahap pembangunan konstruksi koridor, halte, depo, perangkat IT dan pengadaan bus. (AR)

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.