Lintas Mengabarkan
Iklan Paunk

Warga Akan Demo Besar-besaran di Polres Langkat, Ini Kasusnya!

LANGKAT – Sejumlah warga yang tinggal di Desa Pertumbukan, Kec. Wampu, Kab. Langkat mengancam akan segera menggelar aksi demonstrasi besar-besaran ke Mapolres Langkat apabila pihak kepolisian tidak juga segera menangkap Anggota DPRD Langkat Agus Salim, setelah dilaporkan dalam dugaan kasus penganiayaan.

Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk rasa solidaritas atas nasib yang dialami rekan mereka bernama Muhammad Sahyan (44) warga Dusun I Pertumbukan, Desa Pertumbukan Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat yang menjadi korban penganiayaan oleh Agus Salim.

“Kalau polisi tidak juga menangkap Agus Salim, maka dalam minggu-minggu ini kami akan ramai-ramai datangi Polres Langkat untuk menggelar aksi unjuk rasa,” kata seorang warga, Jumat (27/10/2023) siang.

Sementara itu, Maruli Tuah Saragih SH selaku kuasa hukum pelapor dari korban Sahyan juga ikut angkat suara meminta penyidik Polres Langkat agar tidak tebang pilih dalam menangani perkara. Sebab ini bisa mencederai rasa keadilan bagi masyarakat.

“Apapun alasannya penyidik jangan pernah takut kepada siapapun kalau memang terbukti bersalah dan melanggar hukum,” cetusnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota DPRD Langkat Agus Salim resmi dilaporkan ke Polres Langkat sesuai bukti laporan dengan Nomor : STPLP/B/558/X/2023/SPKT/Polres Langkat/Polda Sumut tertanggal 20 Oktober 2023. Beliau dilaporkan oleh Muhammad Sahyan (44) warga Dusun I Pertumbukan, Desa Pertumbukan Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat terkait dugaan kasus pemukulan yang dialaminya.

Kejadian ini berawal saat korban sedang mengisi minyak eceran di salah satu warung di Dusun III, Desa Pertumbukan, Kec. Wampu, Kab. Langkat. Entah bagaimana tiba-tiba mobil pelaku muncul saat sedang melintas.

Kata korban, saat itu pelaku langsung memanggil korban. Namun begitu didatangi korban tiba-tiba pelaku emosi sembari membuka pintu mobil dan mendorong korban.

“Sempat kubilang, janganlah main kasar Pak,” ujar korban.

Namun bukannya berhenti, pelaku justru makin emosi dan memukuli korban yang mengenai kepala serta lehernya. Warga yang menyaksikan pemukulan tersebut langsung mencoba untuk berupaya melerai.

Menurut informasi, peristiwa ini diduga dilatar belakangi oleh adanya gelombang aksi unjukrasa warga Pertumbukan yang menolak keberadaan usaha Galian C untuk beroperasi di kawasan tersebut. Dimana, AS sendiri disebut-sebut sebagai salah satu pengelola Galian C dimaksud.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga dengan cara memblokade jalan melarang kendaraan dump truk pengangkut pasir dari lokasi Galian C melintas di jalan perkampungan mereka, Sabtu (21/10/2023) pagi.

Bahkan, Kades Pertumbukan Hasan Basri S.Sos bersama unsur kepolisian setempat berupaya memediasi agar warga mengijinkan truk yang sudah bermuatan material diijinkan lewat. Namun warga sepakat untuk menolak.

“Tolong Pak Kades, kami selama ini mendengarkan ucapan Pak Kades dan pengusaha galian C. Kali ini tolong dengarkan suara masyarakat Desa Pertumbukan. Apa yang dilakukan AS sudah menyakiti hati masyarakat. Dia Dapil sini dan buka usaha di Desa kami ini. Tapi gak ada kontribusinya sama kami. Sebelum ada galian C kami juga masih bisa makan. Sekarang dengan keberadaan galian C ini warga semakin sulit cari makan,” teriak warga.(Amir)

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.